Semangat Muda (Bag 1)

March 28th, 2007 by kang-achoey

Sistematiskan mimpi

Suapkan diri

Karena semua kan jadi realita

Jika kita optimis

Dan anti pesimistis

Maka kita kan menjadi Raja

Pada kerajaan kecil kita

Yang kita bangun dengan ketekunan

Yang terpondasikan dengan cinta

Semangat membaja

Mumpung masih muda
Jangan pernah mau selalu jadi budak

Mari merdekakan diri

Dan aktualisasikan diri kita

Sebagai orang muda

Semangat Muda (Bag 1)

March 28th, 2007 by kang-achoey

Sistematiskan mimpi
Suapkan diri
Karena semua kan jadi realita

Jika kita optimis
Dan anti pesimistis
Maka kita kan menjadi Raja
Pada kerajaan kecil kita
Yang kita bangun dengan ketekunan
Yang terpondasikan dengan cinta

Semangat membaja
Mumpung masih muda
Jangan pernah mau selalu jadi budak
Mari merdekakan diri
Dan aktualisasikan diri kita
Sebagai orang muda

Senyum Atas Bencana

February 6th, 2007 by kang-achoey

Salam & Senyun untuk semua.

Ketika rintik2 hujan nan lucu berubah menjadi air bah yang ganas. Kita semua terperanjat karena tak pernah berharap air yang selama ini dipandang sebagai sahabat menjadi sesuatu yang menakutkan bahkan merusak semua yang selama ini dirawat.

Aku memang bukan bagian dari korban karena letakku di daerah Bogor yang relatif aman. Begitu pun Ayahku yang bertempat tinggal di Pluit pun tidak menjadi korban. Tapi ya tetep aja gak bebas bermobilitas. Tapi bukanah insan utama jika kita sama sekali gak berempati atas derita sesama manusia.

Setiap musibah pasti ada hikmah. Hikmah tersebut adalah mutiara di balik bentuk derita. Sebagai korban tentulah tidak harus terlena pada penyesakkan jiwa apalagi sampai terlempar pada kegundahan dan kemarahan pada pihak lain. Jika itu terjadi maka manusiawi, tapi cepatlah antisipasi dan kembali pada Illahi Robbi. Tersenyumlah karena mungkin dengan ujian ini kita bisa kembali teringat pada-Nya. Bisa kembali meyakini hakikat kita dan hakikat-Nya. Dan yang terpenting, ini bisa saja menjadi bagian dari upaya peningkatan derajat kita di mata Tuhan. Amin.

Tersenyumlah sahabat dan kembali semangat.

Uhgt ….

January 27th, 2007 by kang-achoey

Awan
Kau datang menjelang malam
Mungkinkah kau kan rintikkan hujan

Hujan
Mungkinkah kau turun tak terelakan
Mendendangkan lagu-lagu kesepian

Sepi
Kau senantiasa menghampiri
Mengisi hari-hari
Menemaniku seorang diri

Diri
Ya aku senang menyendiri
Setidaknya untuk saat ini

Saat ini
Bukan sepuah pilihan
Tapi keadaan yang harus dijalani

Kegundahan Ini

January 6th, 2007 by kang-achoey

Ketika terbersit tanya pada hatiku, "apakah aku telah menentukan pilihan terbaik untuk sejatinya masa depan". Lalu ku coba jawab ragu, "sudah". Tertegun sesaat dan keluarlah kata "mungkin belum" dan ini tanpa kusadari mengalir begitu saja.

Jika coba kurenungkan dalam keheningan malam, maka rembulan pun bersembunyi di balik awan. Entah kenapa, padahal sinarnya yang kubutuhkan malah terpancar samar. Lalu jika coba kurenungkan di dalam hingar bingar siang, maka sinar mentari menerobos menerpa wajah dan menyilaukan. Aku pun tak tahu maksudnya, padahal yang kubutuhkan sedkit saja sinar terangnya.

Aku coba pecahkan saat terjaga, dan yang ada adalah kegamangan yang nyata. Sementara ketika kupecahkan saat bermimpi, yang ada adalah kebingungan yang terfatamorganakan sepi.

Kesepian adalah sebuah wujud semula yang mengungkit kegundahan ini. Kesunyian hati saat bersemedi dipandang tak mampu lagi mengobati godaan akut kebutuhan jiwa. Lalu haruskah kubatalkan pertapaan ini dan kuteguk secawan cinta dari bidadari-bidadari yang sedari tadi melambaikan tangannya. Atau tetap kupejamkan mata dan kututupi telinga meski dahaga itu membabi buta.

Aku terdiam pada  rontaan jiwa yang  kelelahan menyimpan  ribuan gejolak rasa.  Senantiasa bertahan  pada  ketengadahan  wajah saat menatap langit nan jingga. Hingga hari ini tak kembali terganti esok yang mungkin tetap menyaksikanku pada ketetapan kegundahan ini.

Kegamangan Hati

December 14th, 2006 by kang-achoey

Ketika ku berjalan ditepian hati, kulihat kegamangan yang hampir menyelimuti relung ruang yang ada. Tadinya hampa, kini penuh dengan awan kelabu yang menutupi kepastian. Ku coba sibak dengan jemari tapi selalu saja terfatamorganakan.

Perlahan kutiupkan ruh-ruh jingga untuk singkirkan kelabu itu. Lalu kuulaskan beribu warna kontras yang kuanggap mampu menetralisir warna yang ternoda. Padahal kuharap semua berjalan seirama sesuai harapan sedia kala.

Kenapa aku takut bahwa langkah ini telah salah. Kenapa aku gelisah ketika diri ini telah kucoba pasrah. Aku tak ingin hatiku terbelah. Aku tetap ingin menjadi warna yang mereka harapkan. Menjadi pujaan yang mereka puja meski kutenggelamkan kreasiku pada keterpurukan hati,terdampar di tengah hingar bingar kesunyian.

Kini, tarian jemari tak lagi bisa menjamah keindahan. Karena kubiarkan bercengkrama pada kekakuan yang beku. Hingga suatu saat nanti aku benar-benar telah singgah dengan utuh. Pada warna yang mereka inginkan. Untuk warna yang  yang sedang kubiasakan.

Lalu haruskah kuhapuskan warna dasar yang menjadi dasar di dasar hatiku?

Jika Hanya & Hanya Jika

December 6th, 2006 by kang-achoey

Sahabat adalah jabat erat dan tepukan di bahu

Sahabat adalah senyum hangat saat hati membeku

Sahabat adalah keindahan yang teramat berharga

Sahabat adalah penglipur lara penambah suka

Persahabatan adalah kebahagian

Jika hanya dan hanya jika

Maka Sahabatlah Alasannya

Tingkatan Teman

December 6th, 2006 by kang-achoey

Tingkatan Teman
:

 

1. Kenalan

Ini
tingkat hubungan yang paling rendah. Biasanya diakibatkan oleh kegiatan yang
temporari atau selewat saja. Bisa juga karena jalinan itu tidak di follow up
lebih lanjut.

 

2. Rekan

Kalo yang
ini terjalin karena diakibatkan satu wadah yang sama. Misal karena satu kerjaan
atau organisasi biasa.

 

3. Teman

Hubungan
lumayan dekat tapi tidak terlalu erat. Bisa karena sepermainan atau satu
sekolahan.

 

4. Sahabat

Nah ini
tingkat hubungan yang lebih tinggi. Amat erat jalinanya, amat hangat tali
silaturahimnya. Nyaris gak ada rahasia-rahasiaan, penuh keterbukaan. Pokoknya
dekat utuh dengan hati bukan karena kepentingan.

 

5. Sahabat
Plus

Nah yang
ini nich sebenarnya tidak termasuk, cuma kalo aku deket ama cewek dan hubungan
kami seperti pacaran tapi bukan pacar maka aku kasih julukan buat mereka
Sahabat Plus aku. Yang ini jangan ditiru!!

 

 

Renungan Sang Khilaf (1)

December 5th, 2006 by kang-achoey

Sosok gontai terseok diterpa
angin

Timur dan barat selalu berubah

Sujud semu hiasi pagi, siang dan
malam

Lalu berjalan kembali pada arah yang menjemukan

 

Batin merintih haus akan ridho-Nya

Namun nafsu senantiasa menahkodai hampir setiap hembusan nafas

Ketika masih ada detik tersisa untuk merenung

Lonceng hingar pun mengucilkan kekhusuan

 

Sulit bagi diri untuk melepas belenggu kenistaan

Padahal cahaya itu begitu terasa dekatnya

Namun kenapa wajah ini selalu berpaling

Seolah tersilaukan olehnya

 

Kumandang seruan menjemput kemenangan

Terdengar jelas namun kubuat samar

Nurani ini gusar akan ulah yang menjadi klise

Batin meronta untuk bergegas menghampiri arah seruan itu bermula

Tapi kaki terasa berat seolah terikat pada lantai yang pekat

 


Usia ini terus menua namun tubuh makin mengerdil

Seakan sia-sia setiap pelajaran yang tampak di depan mata

Semakin lama semakin hina

Semakin hitam hati dan merah wajah ini

 


Solat lebih baik daripada tidur

Seruan itu sudah tak akrab lagi di telinga

Mentari pun jengkel akan ulah selimut yang setia menutupi mata

Hingga tak ada beda subuh dengan duha

 


Sampai kapan ini akan berakhir

Ketika bibir tak pernah basah oleh dzikir

Ketika pikir tak lagi untuk bertafakur

Rumput yang bergoyang pun tak pernah mau menjawabku

Bahkan ketika kuterbenam di dalam padang ilalang

Hanya duri-duri kecil merobek kusam kulitku seolah mengusir

Sudah begitu hinakah aku

 


Peduli apa aku akan semua ini

Aku akan habiskan waktu yang dengan bengis terus meninggalkanku

Tapi, apakah ini akhir dari sebuah perjalanan

Tidak, masih ada secercah harapan

Dari hati yang senantiasa menunjukkan kehausan

 


Aku akan coba dan coba lagi

Arahkan wajah pada kiblat yang tak pernah berpindah

Lalu kubenamkan pada sujud yang membungkam

Dan kutolehkan ke kanan dan kiri dengan senyuman

 


Kan kusediakan waktu untuk kumanjakan hatiku

Biar aku harus terdampar dari jauhnya hingar bingar

Hingga langkah ini semakin lurus meski tidaklah mulus

 


Jika nanti aku kembali terasing di persimpangan

Dan kembali terlupakan kebingungan

Ku yakin hati ini tetap ada

Dan kelak aku akan kembali lagi pada langkah semula

 


Tak akan pernah cepat memang aku sampai pada tujuan

Tapi aku akan lebih bersyukur daripada tidak sama sekali

 


Mungkin air mata ini tak mudah untuk terjatuh

Tapi jika ada saja satu butir yang tertetes

Maka itu adalah buah dari ketulusan nuraniku

 

 

Bogor, 8
September 2006
 

Surat Untuk Sahabat

December 5th, 2006 by kang-achoey

Sahabat, semoga senantiasa qita bisa menapaki jalan ini dengan lurus dan tetap pada ridho-Nya. Persahabatan yang telah qita jalin semoga bisa menjadi ladang amal agar perjalanan ini menjadi berwarna dengan warna2 yang indah.

Tahukah sahabat, jika setiap orang itu memilki dunia yang berbeda. Semakin kita banyak memiiki sahabat maka semakin banyaklah dunia yang kita jumpai, maka semakin luas pulalah wawasan qita.

Aku adalah sosok yang apa adanya. Terlahir dari rahim suci yang penuh kasih. Aku adalah bersih, maka jika sekarang aku menjadi kotor maka itu karena ulahku sendiri. Untuk itu tolong untuk selalu menasihati dan mengingatkanku sahabatku.

Aku adalah aku. Takkan semua orang tahu pasti akan aku, bahkan mungkin semuanya. Aku hanyalah sosok yang ingin hadirku menebarkan kasih sayang, keceriaan, kedamaian, keoptimisan & kemaslahatan yang lain.

Marilah qita semua tersenyum untuk sebuah kemenangan. Yakin masa depan gemilang di tangan kita.